
Badan Diklat Departemen Perhubungan merekomendasikan 29 lembaga pendididikan pelaut yang benar-benar memenuhi standar yang ditentukan.
Minat menjadi pelaut di masyarakat ternyata cukup tinngi. Terbukti saat ini tercatat ada lebih dari 100 lembaga pendidikan pelaut, baik berupa perguruan tinggi, sekolah menengah, maupun kursus-kursus. Padahal pada tahun 2000, jumlahnya hanya mencapai 34 lembaga pendidikan swasta. Sayangnya, dari sejumlah lembaga pendidikan pelaut yang muncul itu, tidak semuanya memiliki standar kualitas yang memadai. Akibatnya, para lulusan dari lembaga pendidikan tersebut tidak memenuhi keahlian pelaut.
Standar pendidikan pelaut saat ini mengacu pada standar yang ditetapkan Internasional Maritime Organization (IMO) yakni Standart of Training Certification Watckeeping for Seaferers (STCW) 95.
Untuk mengatasi keadaan itu Badan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Departemen Perhubungan melakukan penataan pada sejumlah lembaga pendidikan tersebut.
Menurut Kepala Badan Dephub, Purnomosidhi, untuk melakukan penataan, Badan Diklat membentuk tim yang melakukan penyeleksian terhadap sekolah dan kursus pelaut. Seleksi tersebut meliputi, sistem manajemen mutu, tenaga pengajar, prasarana diklat, laboratorium dan simulator.
"Dari semua sekolah dan kursus pelaut swasta yang ada di Indonesia tercatat 29 sekolah dan kursus pelaut yang memenuhi standar. Hasil penyaringan itu, kami rekomendasikan kepada pihak administration (Dirjen Perhubungan Laut) untuk mendapatkan approval,", ungkap Purnomoshidi.
"Dengan adanya seleksi ini masyarakat bisa mengetahui dengan jelas mana sekolah-sekolah dan kursus pelaut yang benar-benar memenuhi standar yang ditetapkan," ungkap Kabadan Diklat. Sementara itu, Purnomisidhi mengakui sejumlah sekolah yang belum mendapat rekomendasi tidak dapat langsung ditutup, sebab Badan Diklat tidak mempunyai kewenangan untuk menutup sekolah dan kursus pelaut tersebut. Bahkan terhadap sekolah dan kursus yang belum mendapat rekomendasi tersebut terus dilakukan pembinaan, sehingga dapat terus memperbaiki kualitasnya. "Kami masih terus membina sekolah yang belum berhasil mendapat rekomendasi, agar nantinya mereka juga bisa menyesuaikan dan memperbaiki kualitasnya." ungkapnya.
Selain itu juga Purnomisidhi mengungkapkan sampai Juli 2002 tercatat 102.896 pelaut yang berhasil mendapatkan sertifikat Basic Safety Training (BST), sedangkan pelaut perwira yang sudah memperbarui sertifikat keahliannya sebanyak 57.609 pelaut masing-masing perwira dek 16.911 orang, perwira mesin 14.542 orang dan kelasi sebanyak 26.156 orang. * * *
Sumber : Tabloid Maritim No. 205 Th V Edisi 6 – 12 Agustus 2002